Pages

#CatatanEfzet

 IKHLAS

 

Satu kata yang ingin aku sisipkan di tahun ini, mengenai "Ikhlas".  Aku kira, sabar merupakan kasta tertinggi. Sudah bisa sabar, keren banget loh. Oh ternyata, tidak bestie! Masih ada ikhlas, yang lebih tinggi dari sabar. Bahkan lebih sulit lagi untuk sampai di tahap ikhlas. 

Ada sebuah kutipan dari Ali bin Abi Thalib, "Ketika kamu ikhlas menerima semua kekecewaan hidup, maka Allah akan membayar tuntas kecewamu dengan beribu-ribu kebaikan".

Yang artinya, jika kita masih menyimpan luka. Ibarat, hidup kita tidak akan berubah. Tapi, kalau kita sudah ikhlas. Rasanya Allah memang menggantinya dengan beribu-ribu kebaikan. Allah kasih semua hal-hal yang lebih baik, dari kecewa itu. 

Tapi, memang tidak mudah untuk ikhlas. Perlu waktu yang sangat panjang dan terus mencoba untuk mengikhlaskan semuanya. Dan untuk menghindari rasa kecewa, mulai lah tidak untuk menaruh harapan pada manusia. Karena itu merupakan kecewa yang paling besar. 

Satu lagi, ketika kita sudah berharap kepada Allah. Tapi, Allah tidak memberikan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ya, ikhlaskan saja. Percaya lah, jika Allah sedang menguji kita. Itu pertanda, Allah sayang pada kita, Allah sedang menyiapkan hadiah yang paling indah buat kita, jikalau kita lulus dari ujian-Nya, Allah akan menaikkan derajat kita. Dan pasti sudah tidak asing lagi dengan kalimat, "Allah tidak akan menguji, di luar batas kemampuan hambanya".

#CatatanEfzet

KESADARAN

   

Di penghujung tahun 2021, aku diberi satu arti kata yang sederhana namun sangat sulit untuk dijabarkan. Ya, "KESADARAN". 

Dapat aku simpulkan, bahwa ada 2 tipe kesadaran. Salah satunya, sadar ketika melakukan sesuatu, namun seakan tidak peduli dengan hal tersebut. Itu yang aku sendiri alami saat ini. Bukan hanya satu hal, banyak sekali hal yang sebenarnya aku tahu itu salah, tidak baik, tetap saja masih aku lakukan.

Tipe yang kedua, aku temukan pada kebanyakan orang. Yang memang mereka tidak sadar akan hal tersebut. Kalau kata umi ku seperti ini, "Punya mata, tapi tidak melihat". Itu yang benar-benar aku rasakan di tahun ini. 

Jangankan membuat orang lain untuk sadar, diri sendiri saja rasanya sulit. Ada peribahasa sunda yang berbunyi, "Cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok" yang artinya, tetesan air menimpa batu lama-lama jadi berlubang. Masa hati manusia tidak bisa luluh?

Memang terkadang gemas, jikalau orang lain tidak sadar, Tapi, rasanya sedikit percuma kalau kita memaksa orang lain untuk sadar. Terlebih jika kita sudah memiliki rasa kesabaran yang begitu luas. Sabar, sabar, sabar, dan minta pertolongan Allah. Lama-lama, akan sadar pada waktunya. 

 


#CatatanEfzet

 IKHLAS   Satu kata yang ingin aku sisipkan di tahun ini, mengenai "Ikhlas".  Aku kira, sabar merupakan kasta tertinggi. Sudah bis...